BBM non Subsidi Jenis Pertamax Turun Harga | Reportase Sulawesi Utara       BBM non Subsidi Jenis Pertamax Turun Harga | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

BBM Pertamax Turun Harga
Reportasesulut.com- “Pertamax turun harganya karena memang harga minyak dunia sekarang juga turun,” ungkap Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir kepada media, Sabtu (22/11/2014).

BUMN plat merah PT Pertamina (Persero) per tanggal 22 November 2014 resmi menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dari Rp 10.500/ liter menjadi Rp 9.950/ liter. Tentunya ada alasan utama mengapa Pertamina mau menurunkan harga jual BBM jenis pertamax ini.

Saat ini harga jual minyak dunia turun bebas hingga di level US$ 80/barel. Mekanisme penjualan pertamax mengikuti harga minyak pasar.  BBM jenis ini tergolong BBM non subsidi.

Dengan turunnya harga jual pertamax ,  selisih harga jual dengan BBM subsidi premium tidak berbanding jauh. Pasca kenaikan harga BBM subsidi 17 November 2014 kemarin, harga BBM subsidi jenis premium naik Rp 2.000 per liter dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter. Sedangkan harga jual pertamax sekarang menjadi Rp 9.950 per liter.

Disparitas harga jual yang tipis ini bisa saja menjadi pemicu naiknya konsumsi pertamax. Oleh karena itu Pertamina sudah mengantisipasinya dengan cara menyiapkan stok tambahan pertamax.

“Pertamina sudah menyiapkan stok pertamax untuk 50 hari ke depan,” imbuhnya. Selain itu beberapa persiapan lain juga akan dilakukan Pertamina seperti memperbanyak nozzle pertamax di SPBU. Cara ini dilakukan untuk meminimalisir jumlah antrean kendaraan bermotor yang panjang.
“Ini salah satu strategi Pertamina agar masyarakat sekarang bisa beralih ke pertamax tidak lagi menggunakan premium,” tutupnya (gemamedia.com)


Posting Komentar