Diduga Jatuhnya AirAsia Karena awan cumulonimbus | Reportase Sulawesi Utara       Diduga Jatuhnya AirAsia Karena awan cumulonimbus | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Ilustrasi Google Image

Reportasesulut.com — Kronologis Ketika Pesawat AirAsia QZ8501  lepas landas dari Surabaya menuju Singapura pada  Minggu pagi dan  hilang  kontak pada pukul 07.55 WIB, saat itu juga pesawat diduga melayang di wilayah udara Tanjung Pandan, Bangka Belitung, dan Pontianak.

Dikabarkan, Pesawat AirAsia QZ8501 sempat meminta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki. Sebelumnya pesawat tersebut berada di ketinggian 32.000 kaki. Namun, permintaan ditolak oleh air traffic control (ATC).

"Pesawat terbang 32.000 kaki dan ke kiri, naik ke 38.000 kaki. Tetapi untuk naik 38.000 kaki, belum diizinkan karena di atasnya masih ada pesawat," ujar Direktur Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo di Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (28/12/2014).

Djoko menuturkan, awalnya, pesawat sempat meminta ke kiri untuk menghindari awan, dan akhirnya diperbolehkan. Namun, izin itu tak dikeluarkan untuk menaikkan ketinggian.

"Dari lokasi, berdasarkan radar cuaca, kondisinya memang tidak bagus. Ada awan cumulonimbus (CB)," kata Djoko.

Untuk insiden ini, terbilang 155 penumpang dan tujuh awak kabin berada di dalam pesawat. (Kompas)

Posting Komentar