Jangan Segan Periksa Diri, bayi pun Bisa positif HIV/AIDS | Reportase Sulawesi Utara       Jangan Segan Periksa Diri, bayi pun Bisa positif HIV/AIDS | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Peringati Hari HIV/AIDS
Google Image

Reportasesulut.com- Tiap tanggal 1 Desember, dunia selalu memperingati hari HIV/AIDS. Peringatan itu memberi kesan positif bagi kalangan masyarakat secara luas. Terlebih khusus bagi mereka yang terlanjur sudah tertular.

Semua  manusia sepertinya sangat potensial tertularnya HIV/AIDS. Virus tersebut kadang masuk ketubuh kita tanpa kita ketahui. Karena, penularannya begitu beragam. Ada banyak cara penularannya, selain dikarenkan akibat pergaulan bebas, tidak dipungkri penyebarannya karena  faktor keturunan. Maka, betapa pentingnya jika tertarik untuk memeriksa diri.

Seperti ajakan Viru Devana, sebagai sekretaris Ikatan Waria Malang (IWAMA) meminta masyarakat untuk tidak segan mendatangi layanan-layanan masyarakat yang sudah disediakan, misalnya ke Klinik VCT. 

"Tidak usah takut, tidak usah malu untuk datang ke VTC. Jadi orang yang datang ke VCT itu bukan orang yang terkena HIV, tetapi mereka harus tahu statusnya terkena atau tidak, semua orang harus tes," katanya di Malang, Minggu (30/11).

Bahkan menurutnya bayi pun harus dites, kalau memang orangtuanya memiliki gejala terinfeksi. Karena penularan HIV, kata Viru, tidak hanya dari hubungan seks yang tidak memakai kondom, tapi ibu-ibu yang terinfeksi akan melahirkan anak dengan HIV. Para suami yang suka 'jajan' juga sangat rentan menularkan penyakit dalam rumah tangganya.

"Harapan saya, masyarakat tidak ada diskriminasi dan stigma buruk. Masyarakat yang ada di Kota Malang ini peduli dengan kesehatan. Mereka mau datang ke layanan, karena mereka harus periksa untuk melihat status HIV mereka," ujarnya.

Kalau mereka tidak mau ke VCT, harus bisa memastikan tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah dan setia pada pasangan, tidak menggunakan jarum narkotik termasuk tato dan tindik, para suami tidak 'jajan' di luar. Akan tetapi kepastian hanya bisa diperoleh setelah mereka diperiksa darahnya oleh dokter. Tidak ada yang bisa memberikan garansi kecuali hasil tes itu sendiri.

"Penyebaran HIV di Indonesia nomor 1 di Asia Tenggara, Jawa Timur nomor tiga setelah DKI Jakarta dan Papua. Di Jawa Timur, Kota Malang menempati urutan kedua setelah Surabaya," papar waria itu.

Malang memiliki layanan yang disediakan oleh Dinas Kesehatan yang bisa diakses oleh siapapun secara gratis. Pemeriksaan bekerja sama dengan Rumah Sakit Saiful Anwar Malang dan Rumah Sakit Islam Unisma. 
Selain itu juga ada empat puskesmas yang melayani pemeriksaan kesehatan reproduksi, yakni Puskesmas Dinoyo, Ciptomulyo, Arjuno, Kendalsari, dan Kendalkerep.

Jelang hari HIV/AIDS sedunia yang diperingati tiap tanggal 1 Desember, Viro berharap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan program-program yang serius dalam penanggulangan bahaya HIV/AIDS dan mengalokasikan dana yang dibutuhkan. Viro bersama sejumlah komunitas aktif memberikan pendidikan seks pada masyarakat, terutama mereka yang rentan tertular HIV.

"Harapan untuk pemerintahan sekarang, diharapkan untuk menggelontorkan lebih banyak dana untuk program HIV/AIDS, untuk ODHA, pekerja lapangan, harus diposkan anggarannya lebih banyak. Karena kalau tidak dialokasikan sesuai kebutuhan, kita-kita di lapangan tidak bisa beraktivitas," imbuh duta HIV/AIDS Kota Malang itu. (merdeka.com)

Posting Komentar