Memiliki Wanita Idaman, Oknum Polisi Melakukan Perbuatan Tidak Terpuji | Reportase Sulawesi Utara       Memiliki Wanita Idaman, Oknum Polisi Melakukan Perbuatan Tidak Terpuji | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulawesi Utara  Bertempat dilokasi Perum Dea Permata Indah, Kelu
rahan Manembo – Nembo Bawah, Kecamatan Girian Bitung.Rabu (24/12), jam 02.30 Wita. Oknum polisi Polair, Kelurahan Tandurusa Bitung, berpangkat Aiptu, berinisial P, telah melakukan perusakan dalam rumah.


Membenarkan informasi dari salah satu nara sumber, maka salah satu wartawan mengecek dilokasi TKP, bahwa kedapatan didalam dan diluar rumah banyak sekali pecahan kaca yang tercecer dilantai rumah. Pecahan kaca ini berasal dari beberapa bagian pintu jendela rumah, lemari kaca tempat usaha istrinya dan juga lemari hias yang berada didalam ruang tamu.

Saat dikonfirmasi di TKP, sang istri bernam Wahyuni menjelaskan, suaminya datang kerumah agak larut malam, kemudian menggedor – gedor pintu rumah sambil bersuara dengan kata – kata ancaman yang berupa kita mo pukul kamu. Dengan ketakutan sang istri langsung membuka pintu rumah. Selanjutnya suaminya masuk kedalam rumah mengambil batu ulekan cabe (Rica) didapur, dengan hitungan 3, sang suami langsung melempari batu ulekan dangan cara membabi buta.

“ Melihat tindakan dan perbuatan sang suami yang sudah melampaui batas sebagai kepala rumah tangga, Wahyuni langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolda Sulawesi Utara, selain takut akan kejadian ini, dirinya juga takut kalau sang suami akan melakukan hal – hal  negatif lainnya  lainnya“.

Sebenarnya, kedatangan sang suami datang kerumah diwaktu tengah malam, mau mengambil mobil, namun saya tidak kasih. Karena selama ini sang suami sudah memiliki perempuan simpanan (Hello Kitty), 
dan hancurnya hatiku, karena sang suami telah membawa perempuan simpanannya ini dirumah keluarganya di Makassar dan sempat nginap bersama dalam beberapa hari, sampai mobil yang mereka pakai ditinggalkan diparkiran bandara Samratulangi Manado, pungkas Wahyuni.

Merasa pemilik mobil, Wahyuni langsung mengamankan mobil tersebut, karena didalam STNK mobil tertera namanya. “ Seharusnya sebagai Polisi mengayomi masyarakat, apalagi istrinya sendiri, bukan diperlakukan seperti ini, karena dimata publik, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan perbuatan yang sangat tidak terpuji, apalagi perbuatan tersebut dilakukan oleh anggota polisi.

Posting Komentar