Tanah Longsor, Adri Berharap Masyarakat Lebih Waspada | Reportase Sulawesi Utara       Tanah Longsor, Adri Berharap Masyarakat Lebih Waspada | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut - Curah hujan yang cukup deras akhir – akhir ini yang melanda Kota Bitung, mengakibat salah diwilayah Kelurahan Kakenturan Dua, Lingkungan Satu, Kecamatan Maesa dilanda bencana alam tanah longsor, tidak ada korban jiwa, namun diharapkan masyarakat lebih waspada akan bencana susulan, Senin (19/01).

Salah satu warga yang rumahnya hampir saja menjadi sasaran tanah longsor bernama Toy Ganda (46) mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada siang hari pukul 12.00 Wita, dimana Kota Bitung lagi dilanda hujan deras, tiba – tiba terdengar dinding rumah ada kayak benturan, begitu keluar rumah saya melihat tanah tersebut jatuh mengenai dinding rumah, dan hal serupa sudah ketiga kalinya dengan saat ini.

Bencana yang saya alami sudah ketiga kalinya, malahan yang kedua terjadi ditaun 2013 dan itu lebih dahsyat dari saat ini, karena pada waktu itu dinding rumah ambruk  (Jebol) dan cucu saya hampir jadi korban. Bencana yang menimpa saya tidak ada bantuan sama sekali dari Pemkot Bitung, padahal saya dan juga masyarakat yang lainnya sudah melaporkan hal ini kepada BPBD Kota Bitung serta dilampirkan foto rumah yang ambruk, namun dari pemerintah terkait tidak meresponya  sama sekali. Masyarakat berharap pemerintah agar turut campur dalam menangani bencana ini sebelum akan memakan korban jiwa, tutur Toy.

Silvana Otolua (27) yang awalnya melihat kejadian, langsung memberitahukan kepada tetangganya (Toy) agar cepat keluar dari rumah, karena saya takut tanah tersebut akan mengenai seluruh isi badan rumah, karena tiap kali nonton berita di TV, karena kejadian seperti ini sangat sungguh mengharukan, apabila terjadi dikampung sendiri, maka diharapkan pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol, kerana ini demi keselamatan warga yang ada di Kelurahan Kakenturan, Lingkungan Satu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bitung, Adri Supit menjelaskan, untuk sementara kami hanya melakukan pencegahan curah hujan, seperti menutupi tanah longsor tersebut dengan satu buah terpal, kemudian saya akan merekomendasikan hal ini kepada Walikota Bitung, Hanny Sondakh, apabila dana penaggulan bencana keluar kami segera memperbaiki tanggul tersebut. Diharapkan juga masyarakat lebih berhati – hati, setidaknya selalu mengecek keberadaan tanggul yang jebol.      

Posting Komentar