Masyarakat Menolak Keras Adanya Ormas Gafatar di Kota Bitung, Karena Diduga Mempunyai Aliran Sesat | Reportase Sulawesi Utara       Masyarakat Menolak Keras Adanya Ormas Gafatar di Kota Bitung, Karena Diduga Mempunyai Aliran Sesat | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut Jajaran Kepolisian Bitung dan Kesbangpol Bitung kini masih dalam menyelusuri adanya Ormas Gerakan Fajar Nasional (Gafatar) yang saat ini kegiatan mereka mulai berjalan dari awal tahun 2015 di Kota Bitung, padahal Ormas Gafatar tersesebut tidak terdaftar di Badan Kesbangpol Bitung, Sabtu (21/03).


Adapun beberapa giat Ormas Gafatar lakukan di Kota Bitung yang rencana dilaksanakan, namun tidak diberikan oleh Pemerintah Kota Bitung yaitu, Bulan Februari 2015, Kerja bakti social dipasar Winenet Aertembaga Bitung yang rencananya akan bekerja sama dengn Koramil Bitung Tengah, 17 Maret 2015, akan melakukan donor darah di RSU Manembo – Nembo Bitung dan akan  bekerjasama dengan UDO PMI Bitung yang,  21 Maret 2015, penyebaran brosur bahaya mengenai  HIV/AIDS yang bekerja sama degan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Bitung diacara Car Free Day kemarin.

Dari beberapa kegiatan merekapun telah diberitahukan secara resmi kepada pemerintah dan instansi terkait serta dari pihak kepolisian, namun mereka tidak mendapat rekom dan ijin dari pemerintah dan kepolisian setempat, karena kegiatan Ormas Gafatar ini mendapat reaksi penolakan dari masyarakat Kota Bitung dan lebih khsusnya Ormat Adat.

Kapolres Bitung, AKBP Hari Sarwono melalui Kasat Intelnya, AKP Luther Tadung menjelaskan, Ormas Gafatar ini belum terdaftar di Kesbangpol Bitung ataupun di Sulut, namun mereka berupaya untuk melakukan kegiatan - kegiatan sosial, agar guna menarik simpati dari masyarakat sebagai pencintraan dan publikasi yang seakan – akan mereka sudah diterima di  Kota Bitung.

Kami berharap kepada seluruh Lurah, Pala dan RT agar bekerja sama dalam meningkatkan operasi mengenai adanya pendatang - pendatang baru yang identitas tidak jelas sama sekali, kalau perlu diaktifkan wajib lapor 1x24 jam, karena hal ini, guna menjaga stabilitas keamanan yang ada di Kota Bitung, tutup Tadung.

Inilah nama – nama pengurus Ormas Gafatar yang ada di Kota Bitung yakni : 

Ketua : Karno, Lahir Ngawi Jatim 11 Januari 1984 mempunyai istri dan anak bernama, Rahayu Dwi puji Astuti, Lahir, Jakarta 6 juni 1982 dan Raka Putra Afatar (2 Tahun), Kelurahan  Girian Permai, Lingkungan II, Kecamatan Girian, HP : 082117499893.
Sekretaris : Rajiwan, Lahir di Brebes Jateng, tinggal di Kelurahan Perum Risky Permata, Blok F No 31 Girian Permai, Kecamatan Girian Bitung , Lingkungan V,  HP : 082292057640.
Bendahara : Muh Husen, asal Indramayu Jabar, tinggal di Asabri, Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian, HP : 082214435153
Kabid Peranan Perempuan : Martini, asal Brebes Jateng, istri dri Rajiman.

Reportase Sulut menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bitung jangan mudah terpengaruh dengan adanya ormas yang menamakan ormas kemasyarakatan, kalau perlu kita cermati dulu apa maksud dan tujuan mereka. Mengenai Ormas Gafatar ini, mereka sudah memasuki beberapa wilayah di Indonesia, namun mereka mendapat penolakan dari pemerintah dan juga masyarakat, karena ormas tersebut diduga menganut aliran sesat.

Posting Komentar