Proyek Rehabilitasi Puskesmas Danowudu Diduga Ada Permainan | Reportase Sulawesi Utara       Proyek Rehabilitasi Puskesmas Danowudu Diduga Ada Permainan | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut - Walaupun pekerjaan rehabilitasi sudah selesai, namun pihak Kejari Bitung tetap melakukan pengusutan atas pekerjaan yang dimaksud, sebagaimana diungkapkan oleh Kasi Pidsus Kejari Bitung, Heru Rustanto SH kepada beberapa awak media, Kamis (09/04).

Heru menjelaskan, proyek Puskesmas Danowudu yang diduga bermasalah, adanya laporan  masyarakat yang sementara ini masih kembangkan, karena data yang dilaporkan kepada kami masih bersifat premature, sehingga masih perlu ditindak lanjuti.

Sebenarnya, proyek yang dibanderol Rp 1,2 Miliar tersebut sudah lama kami mengincarnya, dan ini mungkin sengaja dimainkan oleh salah satu peserta pemenang tender, yang diduga salah satu tender ini sengaja dimenangkan oleh panitia lelang di LPSE Pemkot Bitung, kendati peserta tender tersebut tidak memenuhi syarat.

Sementara, dari informasi dan berdasarkan temuan Laporan Hasil Pemeriksa (LHP) BPK RI terhadap.Pemkot Kota Bitung Tahun 2013, telah ditemukan adanya persaingan yang tidak sehat dalam tender rehabilitasi Puskesmas Danowudu, yang mana salah satu peserta tender dimenangkan oleh panitia lelang di LPSE Pemkot Bitung kendati tak memenuhi persyaratan.

Masalah ini sempat menjadi salah satu temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut, dimana dalam LHP BPK tahun 2013, pekerjaan fisik rehabilitasi Puskesmas Danowudu dengan nilai Rp 1.273.000.000 ada kejanggalan ketika pada proses lelang dilakukan oleh LPSE Pemkot Bitung.

Kadis Kesehatan Pemkot Bitung, Dr Vonny Dumingan, membenarkan adanya temuan BPK RI Perwakilan Sulut itu. Khusus untuk proses lelang, pihaknya tak tahu menahu, apalagi sejak awal telah diserahkan ke LPSE sebagai pantia lelang. “Masalahnya sudah selesai dan saya telah mendapat teguran langsung dari Walikota. Namun perlu diingat, proses lelang itu tanggung jawab LPSE. Jadi, petugas di sana yang bertanggung jawab, bukan kami dari dinas.

Posting Komentar