Mari Kita Jaga Kota Bitung Dengan " Damai Itu Indah " | Reportase Sulawesi Utara       Mari Kita Jaga Kota Bitung Dengan " Damai Itu Indah " | Reportase Sulawesi Utara

Reportase Sulut - Rencana pembangunan Masjid Asy – Syuhada yang berlokasi kompleks Perum Rizky (Aerujang), Kelurahan Girian Permai, Lingkungan 07 RT 019 Kecamatan Girian Kota Bitung, mendapat penolakan dari warga setempat, yang mana penolakan tersebut hanyalah kesalahan informasi.


Minggu siang (07/06) Pukul 01.30 Wita, dari warga sekitar lokasi yang beragama Kristiani menolak adanya rencana pembangunan tempat ibadah (Masjid) tersebut mendatangi lokasi yang masih dalam tahap pembersihan yang dilakukan oleh pengurus Masjid. Untung ketegangan antara dua belah pihak berhasil diredam oleh pihak Kepolisian Mapolres Bitung, Urban Matuari dan pihak Intel Kodim 1310 Bitung.

Damai itu indah didalam berkeluarga.Damai itu indah, juga di dalam pertemanan, Damai itu indah di dalam likungan kerja, Damai itu indah dalam hubungan dengan tetangga kita, Damai itu indah, terlebih di dalam lingkungan Jemaat, Damai itu indah, berlaku juga dalam hidup bermasyarakat, Damai itu indah untuk hubungan antar umat sekalipun berbeda agama dan keyakinan.

Ketegangan yang salah disk komunikasi itu dilanjutkan dengan mediasi dilokasi antara kedua belah pihak dan yang dihadiri oleh Lurah Girian Permai, Raigan Sendukh SH, pemilik tanah, Hi Muh Amin yang disaksikan oleh pihak Polri dan TNI. Seusai mediasi, kedua belah pihak disuruh kembali kerumahnya masing – masing agar tidak menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan.

Permasalahan pembangunan Masjid Asy – Syuhada telah dibahas di Kantor Lurah Girian Permai di Kantor Kelurahan Girian Permai, Kecamatan Girian, pada tanggal 03 Juni 2015 kemarin, sehingga dilakukan pertemuan dialog dan mengunadang pihak terkait yaitu kerukunan umat beragama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda.

Disamping diundangnya pihak terkait, pertemuan dialog tersebut dihadiri oleh,  Camat Girian, Aneke Tumbelaka MAP , Lurah Girian Permai,  Reagen Senduk SH, Ketua FKUB Kota Bitung, Pendeta Fangky Kalalo MTh, Sekretasis FKUB Kota Bitung, Ustat Abdul  Latif Spd, Kesbangpol Kota Bitung Kabid Organisasi dan Agama, Irving Manurib, Ketua Penasehat LPM Kota Bitung, Jhon Panelewan, Ketua Panitia  Pembangunan Masjid Asy – Syuhada, Karmin Mayau, 150 orang dari Agama Kristen dan 150 orang dari Muslim 150 orang.

Mari kita jadikanlah hidup ini dengan saling menjaga perdamaian antar umat beragama dan tidak membedakan ras, suku, agama serta golongan. Marilah kita jaga Kota Bitung dengan “Damai Itu Indah”  seperti dikatakan dalam Ayat Alkitab Agama Kristen Roma 12:18, Sedapat - dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang, sedangkan  Yohanes 14:27, Damai sejahtera kutinggalkan bagimu, damai sejahtera kuberikan kepadamu dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu, janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Sedangkan dalam ajaran Agama Islam menjelaskan, Allah SWT menciptakan manusia dengan tingkat keragaman yang cukup unik, mulai dari warna kulit, bentuk rambut, bentuk hidung, maupun postur tubuh. Dalam kapasitasnya sebagai makhluk sosial, manusia terdiri atas berbagai suku bangsa, agama, ras, golongan, perbedaan itu bukan untuk saling bersaing, melainkan untuk saling bersanding satu sama lainnya. Maka diperlukan adanya pedoman dalam hidup bermasyarakat. Oleh sebab itu, Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin (Rahmat Bagi Semesta Alam) mengajarkan kepada umatnya untuk mencintai sesama, tanpa membeda - bedakan agama, golongan agar bisa tercipta kerukunan dan kedamaian.

Lurah Girian Permai Bitung, Raigen Sendukh SH mengatakan, diharapkan kepada kedua pihak agar bisa menahan diri dan jangan gampang terprovokasi dengan orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita sama – sama menjaga Kota Bitung dengan aman dan damai. 

Posting Komentar