Investor Medco Energy Gruop Bangun Terminal LPG Dilokasi KEK | Reportase Sulawesi Utara       Investor Medco Energy Gruop Bangun Terminal LPG Dilokasi KEK | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut - Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sementara dipersiapkan dibangun di Kelurahan Manembo - Nembo, Kecamatan Matuari dinilai sangat nyaman dan strategis. Ini diungkapkan oleh Direksi Medco Energy Group, Yunar Ponegoro kepada awak wartawan saat mengunjungi lokasi KEK, Kamis (09/07).

Saya merasa nyaman disini, apalagi lokasi KEK terlihat wisata Selat Lembeh yang begitu indah, Gunung Dua Sudara dan Pulau Lembeh jadi keunggulan tersendiri, tutunya saat itu didampingi oleh Anggota DPD RI Dapil Sulut, Fabian Sarundajang.

Rombongan investor Medco Energy Group ini diterima oleh Asisten I Setda Kota Bitung, Fabian Kaloh SIP MSI saat didampingi Kepala Bappeda Kota Bitung, Albert Sarese. Rombongan investor ini meninjau Pelabuhan Peti Kemas dan Kawasan Ekonomi Khusus Manembo - Nembo Bitung, agar Medco Energy Group bisa menyaksikan langsung pembangunan KEK dan rencana reklamasi pantai di Pantai Sari Manembo - Nembo.

Kaloh selaku Ketua Tim Identifikasi dan Inventarisasi lahan KEK Bitung menjelaskan, bahwa luas wilayah 512 hektar sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014 tentang KEK Bitung dengan tanah milik Pemerintah sebesar 92 hektar. Kendala yang dihadapi saat ini adalah pembebasan lahan disekitar lokasi tanah milik Pemerintah yang dimiliki masyarakat. Untuk itu, Pemkot Bitung sekarang ini sedang dalam proses mengurus pembebasan tanah / lahan untuk dijadikan KEK, yang sebagian pemilik tanah tidak tinggal di Kota Bitung, justru mereka berada diluar negeri dan diluar daerah.

Sementara, Direksi Medco Group Yunar Panigoro dalam perbincangannya mengatakan, kedatangan mereka di Kota Bitung merupakan bentuk visibility sebagai dasar perhitungan membuka usaha industri di sektor Oil dan Gas yang membutuhkan 20 - 50 hektar lahan.

Kami merencanakan untuk membuka terminal LPG yang akan dipasarkan kelas Internasional, jumlah investasi masih dihitung yang pasti Triliunan Rupiah, pungkas Panigoro.


Posting Komentar