Peristiwa Malam Takbiran, Polres Bitung Menahan Bari Palakua Dengan Dua Alat Bukti | Reportase Sulawesi Utara       Peristiwa Malam Takbiran, Polres Bitung Menahan Bari Palakua Dengan Dua Alat Bukti | Reportase Sulawesi Utara

Reportase Sulut - Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1436 H di Kota Bitung (H2), suasana aman yang seperti terjadi beberapa tahun silam, sangatlah berubah sekali dengan suasana lebaran ditahun 2015, yang mana, ratusan umat muslim di Kota Bitung mendatangi Kantor Kepolisian Polres Bitung untuk melakukan aksi demo damai dan bersilatuhrahmi dengan saudara mereka bernama Bari Palakua, warga Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa yang telah ditahan sejak hari jumat (17/07).

Penjagaan dan juga pengamanan di Kantor Polres Bitung diperketat dengan melakukan siaga satu yang dibantu oleh Brimob Polda Sulawesi Utara berjaga – jaga dipintu masuk dan bahkan seputaran lokasi kantor tersebut dengan mengantisipasi akan terjadi tindakan anarkis yang akan dilakukan oleh umat muslim yang melakukan aksi demo dihalaman Kantor Polres Bitung.

Beruntung aksi demo ini berjalan aman dan kondusif, sehingga suasana dilingkungan kantor Polres Bitung stabilitas keamannya terjaga dengan baik, yang awalnya para pendemo ini sangat marah, namun dengan emosional mereka bisa menahan diri disaat perwakilan dari tokoh muslim dan beberapa Anggota Dewan Muslim diundang oleh Kapores Bitung diruangan lobi, Sabtu (18/07), untuk melakukan mediasi dan menacari solusi 
bagaimana memecahkan masalah, agar kondisi stabilitas di Kota Bitung bisa terjaga dengan aman sehingga tidak terjadi konflik Sara yang selama ini tidak diinginkan sama sekali oleh seluruh masyarakat Indonesia, lebih khususnya masyarakat Sulawesi Utara yang ada di Kota Bitung.

Reportase Sulut.com saat berada dilokasi melihat, beberapa kali dari perwakilan tokoh muslim melakukan mediasi dan langsung menyampaikan kepada ratusan umat muslim yang hadir, mereka tidak merespon sama sekali apa yang telah disampaikan, bahkan yang ada keluar hanyalah kata – kata, agar saudara mereka Bari Palakua dikeluarkan saat ini juga, kalau perlu, pihak kepolisian bisa keluarkan ia sejenak agar kami bisa berjabat tangan dengannya moment bersilaturahim dalam rangka Perayaan Idul Fitri.

Selanjutnya, tokoh muslim dan Kapolres Bitung bernegosiasi agar permintaan mereka bisa dituruti walaupun hanya sebentar. Permintaan itu dikabulkan oleh Kapolres Bitung, AKBP Reindolf Unmehopa SH SIK, dengan permintaan menjenguk saudara Bari dirutan Polres Bitung hanyalah beberapa perwakilan saja dengan dikawal ketat oleh anggota polisi.

Beberapa perwakilan yang menjenguk Bari Palakua dirutan Polres Bitung langsung berjabat tangan dan saling memelukdengan mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Minal Aidin Wal’faidzin, Mohon Maaf lahir Batin dengan bercucuran air mata. Perwakilan ini, memberikan harapan besar kepada Bari Palakua agar bersabar, karena barang siapa yang menolong Agama Allah, maka Allah akan menolongnya dan menangguhkan kedudukannya.

Lanjutnya lagi, setelah menjenguk Bari Palakua, salah satu Mahasiswa Islam Kota Bitung melakukan orasi dan mengatakan, akan mendirikan tenda dihalaman Kantor Polres Bitung demi mendukung saudara mereka yang telah ditahan. Pendirian tenda ini adalah tanggungjawab bersama dan ini semua kami lakukan bukan untuk memprovokasi umat muslim di Kota Bitung, melainkan hanyalah sebuah dukungan.

Sedangkan Ustat Sumarno Maspeke dalam penyampaiannya, aspirasi kalian akan disampaikan kepada Kapolres Bitung, asalkan setelah bertemu dan berjabat tangan dengan Bari Palakua, diharapkan kembali kerumahnya masing – masing dengan menjaga keamana stabilitas negara dan jangan membuat tindakan – tindakan anarkis yang dilarang oleh agama.

Kapolres Bitung, AKBP Reindolf Unmehopa SH SIK saat diwawancari oleh awak media menjelaskan, kedatangan umat muslim di Kantor Polres Bitung hanyalah ingin bersilaturahmi dengan saudara mereka Bari Palakua. Penahanan ini sesuai dengan KUHP dengan dua alat bukti berupa, keterangan dari saksi korban dengan hasil visum dokter dan petunjuk – petunjuk lainnya. Sampai saat ini, Kota Bitung masih belum ditetapkan SIAGA 1, karena situasi keamanan di Kota Cakalang masih kondusif dan diharapkan seluruh elemen masyarakat bisa menahan diri dan tidak terpancing oleh isu isu yang tidak jelas.

Tokoh Muslim yang ikut hadir dalam mediasi dengan Kapolres Bitung untuk menyikapi peristiwa penaburan kepala Babi dan Usus (Teripang) dilokasi pembanguinan Masjid di Kelurahan Girian Permai dan mengusut siapa pelaku pelemparan batu dimalam takbiran yaitu, Ketua PHBI Bitung, H Ramlan Ifran, Anggota DPRD Kota Bitung,Faisal Dzulkarnain,Ketua LPTQ Kota Bitung, Gunawan Pontoh, Ketua Panitia pelaksana malam Takbiran, Lukman U Lamato, Tokoh Masyarakat, Letkol (Pur) M Hidayat, Tokoh Agama Islam, Ustat.Sumarno Maspeke, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Bitung, H Yusuf Sultan, Kasubag Kemenag Kota Bitung, Samsuddin Pulu.


Posting Komentar