Astaga..!! Tiang Bendera Sang Saka "Merah Putih" Dipotong Okunm Tak Bertanggung Jawab | Reportase Sulawesi Utara       Astaga..!! Tiang Bendera Sang Saka "Merah Putih" Dipotong Okunm Tak Bertanggung Jawab | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)


Reportase Sulut - Mengenang detik – detik terakhir Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke – 70 Tahun, di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kelurahan Winenet Satu, Lingkungan 03 RT 07, Kecamatan Aertembaga, terjadi peristiwa pemotongan tiang bendera Sang Saka Merah Putih.


Peristiwa pemotongan tiang bendera terjadi pada Minggu subuh (16/08), Pukul 04. 00 Wita, tepatnya didepan rumah Bapak Yaskur Gobel, Wakil Ketua KNPI Kota Bitung.

Dua orang warga yang sempat menyaksikan mengatakan kepada Yaskur Gobel, pemotongan tiang Bendera Merah Putih dilakukan oleh dua orang laki – laki yang menggunakan sepeda motor.

Yaskur Gobel saat dihunungi oleh Reportase Sulut.com menjelaskan, peristiwa ini sudah diberitahukan kepada Lurah Winenet Satu, menyangkut harga diri negara yang sudah dilecehkan, kami minta Lurah sebagai Aparatur dalam pemerintahan segera melaporan peristiwa ini kepada pihak Polsek Aertembaga.

Saksi kami sudah memberikan ciri – ciri pelaku kepada pihak Polsek, kami minta para pelaku ini ditangkap dan dihukum seberat – beratnya, karena pemotongan tiang bendera Sang Saka Merah Putih merupakan suatu penghinaan atau pelecehan terhadap negara. Ini merupakan peristiwa yang baru pertama kali di Kota Bitung, Sulawesi Utara, ucap Gobel.

Bendera Sang Saka Merah Putih berkibar atas dasar tetesan darah dan jiwa para pahlawan yang memperebutkan Negara Indoneis dari para penjajahan Negara Luar. Sayangnya, dalam waktu detik – detik merayakan Proklasmasi dihina oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kapolsek Aertembag, AKP A Lariwu membenarkan peristiwa ini, untuk barang bukti tiang bendera yang dipotong sudah kami amankan dan perlu pengembangan dilapangan yang setidaknya warga sekitar sempat melihat peristiwanya agar membantu pihak kepolisian memberikan informasi mengenai ciri – ciri para pelaku. 

Posting Komentar