Program Selamatkan Yaki Dihubungkan Agama Dengan Konservasi | Reportase Sulawesi Utara       Program Selamatkan Yaki Dihubungkan Agama Dengan Konservasi | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut - Program selamatkan Yakin terus – menerus disebar luaskan, kali ini, Selasa (08/09), GMIM Sentrum Bitung menyelenggarakan satu acara baru bagi para pendeta dan Hamba Tuhan yang ada di Bitung, Lembeh dan Airmadidi.

Acara yang berkenaan dengan konservasi ini diselenggarakan oleh Program Selamatkan Yaki bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bitung yang didukung oleh BPPMJ Sentrum Bitung.

Sedangkan untu tujuan dari acaranya yakni :

 1. Untuk mengidentifikasi hubungan antara Kekristenan dan konservasi,

2. Untuk mengawali pengembangan materi konservasi yang bisa diterapkan gereja, dan (Sylabus untuk anak sekolah minggu),

 3. Untuk memulai kolaborasi kegiatan konservasi dengan gereja-gereja di Bitung dan sekitarnya.

Perlu disadari, bahwa peran gereja dalam konservasi sangat penting sekali, dimana umat manusia telah diberikan tanggung jawab untuk mengelola bumi sejak manusia pertama diciptakan. Peran gereja disini untuk lebih mengingatkan dan memotivasi umat menurut firman untuk bersama melestarikan alam ciptaan Tuhan.

Dalam Workshop ini, para pendeta dan hamba Tuhan diberikan bekal mengenai konservasi umum dan khusus tentang Macaca Nigra (Yaki atau monyet hitam) dan etika lingkungan dan kekristenan serta hak - hak Binatang. Pembicara yang akan terlibat yaitu Bapak Wakil Walikota Max Lomban SE Msi, Ibu Jelty Ochotan sebagai Pembantu Dekan III UKITomohon dan Stephan Lentey dari Macaca Nigra Project.

Program Selamatkan Yaki terus berupaya mengkampanyekan pelestarian satwa Yaki ini agar supaya pengetahuan dan pengertian masyarakat tentang Macaca nigra yang sudah hampir punah bisa dipahami lebih serta masyarakat mampu dengan kesadaran melestarikan satwa endemik (cuma ada di Sulawesi Utara). Serta terhindar dari jerat hukum karena memelihara atau memperdagangkan sesuai dengan Undang - Undang no 5 tahun 1990 tentang Macaca nigra sebagai salah satu species yang dilindungi.

Peserta workshop yang terundang berasal dari gereja - gereja yang tersebar di Bitung, Airmadidi khususnya seputaran Cagar Alam Tangkoko, dimana Yaki dan binatang liar lain masih bisa hidup di tempat alaminya.
Selamat melayani para pendeta dan Hamba Tuhan, biarlah segala makhluk ciptaan Tuhan bisa hidup bersama secara berdampingan sehingga keseimbangan alam Sulawesi akan lebih terjaga.

Posting Komentar