Menyatukan “Kekuatan Poros Maritim Dunia” Wilayah Kepulauan NKRI, Lantamal VIII Manado Peringati Hari Nusantara | Reportase Sulawesi Utara       Menyatukan “Kekuatan Poros Maritim Dunia” Wilayah Kepulauan NKRI, Lantamal VIII Manado Peringati Hari Nusantara | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Tanggal 13 Desmber merupakan Hari Nusantara yang diperingati dengan Deklarasi Djuanda d
icetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana  Menteri Djuanda Kartawijaya, merupakan sebuah pernyataan mengenai wilayah luas Indonesia secara nyata, bahwa laut Indonesia adalah perairan diantara ada didalam Kepulauan Indonesia, Selasa (15/12).

Tidak ada lagi laut bebas diantara pulau - pulau Indonesia. Dengan pandangan visionernya, para pendiri Republik ini melihat bahwa laut teritorial yang hanya dibatasi sejauh 3 mil akibat warisan Imperialisme, akan membawa dampak negatif. Hal ini membahayakan keutuhan Negara Kesatuan  Republik Indonesia (NKRI), yang pada akhirnya wilayah Indonesia terkotak - kotak  jarak antara satu pulau dengan yang lain, ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam sambutan yang dibacakan oleh Asops Danlantamal VIII Manado, Kolonel Laut (P) A M Susanto SW selaku Irup di Hari Nusantara Tahun 2015 yang dilaksanakan di Mako Lantamal VIII Manado, Senin kemari 14/12/2015.

Perjuangan mempertahankan kepentingan nasional berujung pada pengakuan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar didunia (The Biggest Archipelagic State) pada tahun 1982 seperti tercantum didalam konvensi hukum laut internasional. Maka dari itu, tidak beralasan bagi kita untuk tidak memperingatinya setiap tahun. Deklarasi Djuanda tersebut mengandung makna dan arti sebagai penyatuan wilayah NKRI serta kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan.

Peringatan Hari Nusantara bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengubah Mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang yang berimbang antara matra darat dan matra laut. Dengan visi Presiden Joko Widodo mengenai poros Maritim Dunia, diharapkan akan mewujud dalam bentuk Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu (Unity), sejahtera (Prosperity), dan Berwibawa (Dignity). Poros maritim dapat dipahami sebagai sebuah doktrin yang memberi arahan mengenai tujuan bersama. Ini mengandung arti bahwa bangsa Indonesia diharapkan dapat melihat dirinya sebagai “Poros Maritim Dunia, kekuatan diantara dua Samudera”.

Puncak acara peringatan Hari Nusantara 2015 kali ini, dipusatkan di Pelabuhan Perikanan Lampulo Banda Aceh dengan Tema “Kekayaan Energi dan sumber daya mineral untuk pembangunan Indonesia sebagai poros maritim guna mewujudkan kejayaan dan kemakmuran bangsa”. Makna dari tema ini adalah mengingatkan kembali bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kaya, oleh sebab itu, segala bentuk sumber daya alam khususnya yang dapat diperbaharui haruslah digunakan sebesar - besarnya untuk kepentingan rakyat, guna mewujudkan cita - cita besar para pemimpin kita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

         
  

Posting Komentar