Limbah B3 di Saluran Drainase Baru Puskot Masih Misterius, BLH Kebingungan Mengungkap Pelakunya | Reportase Sulawesi Utara       Limbah B3 di Saluran Drainase Baru Puskot Masih Misterius, BLH Kebingungan Mengungkap Pelakunya | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Pencemaran limbah B3 (Oli bekas) disaluran drainase baru yang berada dilokasi Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, masih menjadi misterius, pasalnya, limbah oli yang mengampung didalam saluran drainase belum bisa mengungkap siapa pemiliknya, Kamis (14/01).

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bitung, dalam hal ini Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Ir Jeffry Kandowangko saat menjelaskan kepada Reportase Sulut.com, kami akan berusaha mencari siapa pemilik yang begitu berani membuang limbah B3 dengan sembarangan disaluran drainase baru yang belum lama ini dibuat.

“Yang membuat kami kaget, melihat limbah tersebut, jumlahnya sangat banyak sekali, perkiraan ada sekitar 1 Ton. Kenapa kami beranggapan seperti itu, karena dari hasil pengukuran, tinggi drainase mencapai  3 meter dan lebar drainase 225 meter. Praktek seperti inilah yang bisa mengancam kesehatan orang banyak, apalagi lokasi yang dibuangnya limbah B3 terletak ditengah – tengah Pusat Kota Bitung kemudian mengalir sampai kelaut”, ujarnya.

Kami sudah mengambil bukti sample untuk diuji dilabortorium dan melaporkan semua hasil penyelidikan dilapangan kepada pimpinan. Setidaknya untuk mengungkap semua kebenaran, pimpinan kami bisa secara langsung berkoordinasi dengan pihak kontraktor pembuat drainase. Kenapa harus demikian, sebab dari pihak PLTD PLN Kota Bitung yang diduga melakukan ini, Selasa kemarin (12/01),  saat dimintai keterangan sempat mengelak, bahwa limbah B3 bukan milik mereka, jelasnya.

Maka dari itu, langkah penanganan awal, kami harus mengeluarkan limbah dari saluran drainase. Hal ini diantisipasi jangan sampai hujan turun dan limbahnya akan mengalir sampai kelaut, tetapi proses penyelidikan tetap jalan sampai kami menemukan siapa pelakunya, pungkasnya.

Posting Komentar