Perdagangan Manusia, Polisi KPS Menggagalkan Keberangkatan Empat ABG Asal Minahasa | Reportase Sulawesi Utara       Perdagangan Manusia, Polisi KPS Menggagalkan Keberangkatan Empat ABG Asal Minahasa | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Kepolisian Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung, Sabtu siang (23/01), Pukul 13.00 Wita, berhasil menggagalkan perdagangan manusia yang akan diberangkatkan ke Daerah Luwuk Banggai, Propinsi Sulawesi Tengah, Minggu (24/01).

Terungkapnya kasus trafficking dikawasan Pelabuhan Samudera Bitung, karena Polisi KPS memperketat pintu masuk terminal penumpang, sehingga diwaktu pemeriksaan tiket, beberapa anggota KPS sempat mencurigai dua orang perempuan sedang membawa empat gadis yang masih dibawah umur (ABG).

Hasil kecurigaan mereka pun akhirnya membuahkan hasil. Pasalnya, saat dilakukan introgasi, ke empat gadis ABG memberikan keterangan yang berbeda – beda (Bertentangan), sehingga petugas langsung membawa mereka ke Sektor KPS untuk dilakukan periksaan lebih lanjut.

“Dari hasil pemeriksaan Team Reskrim KPS Bitung, ditemukan barang bukti berupa enam lembar tiket dan uang sebanyak Rp 440.000,00. Dimana, tiket tersebut tercantum ada enam nama yang akan berangkat ke Luwuk Banggai dengan Kapal KM Dorolonda. Ke enam nama itu, dua diantaranya merupakan perekrut gadis – gadis ABG yang akan dipekerjakan sebagai ledis disalah satu café Tiara yang berada di Luwuk Banggai”.

Kapolres Bitung, AKBP Reindolf Unmehopa SIK SH melalalui Kapolsek KPS Bitung, AKP Dermanto Nasirun SPd menjelaskan, anehnya, bahwa keberangkatan ke empat gadis masih ABG tidak membawa pakaian dan perlengkepan apapun (Pakaian – Red) hanya baju dan celana dibadan serta tidak ada ijin dari orang tua.

Nama ke empat gadis ABG masing – masing, DT alias Dian (18), warga Tondano, MN alias Monica (17), warga Tondano, MR alias Meylan (18), warga Tondano, AS alias Anggel (18), warga Tondano. Sedangkan dua orang perekrut yaitu, Patresia Lendeng (19), warga Kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga dan Mardiah Banteng (20), warga Tondano, ujar Dermanto.

Pihak kami akan mendatangi pemilik Café Tiara bernama Mr X, yang merupakan sumber dana lewat pengeriman rengkening milik Patresia Lendeng (19). Kami meminta kepada orang tua yang memiliki anak gadis, agar selalu menjaga dan mengawasi pergaulan anak mereka diluar. Takutnya akan terjadi seperti ini, hanya karena diiming – iming dengan uang banyak, akhirnya terjerumus didunia lembah hitam, pungkas Dermanto.   

Posting Komentar