Untuk Melengkapi Berkas BAP, Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Kekerasan Seksual Secara Terbuka | Reportase Sulawesi Utara       Untuk Melengkapi Berkas BAP, Polisi Gelar Rekontruksi Kasus Kekerasan Seksual Secara Terbuka | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Satuan Reskrim Mapolres Bitung bersama Reskrim Sektor Maesa, Rabu siang (18/05), Pukul 14.00 Wita, menggelar rekontruksi kasus kekerasan seksual dibawah yang menimpa korban ER alias Vita (12), warga Desa Tangkunei, Kecamatan Tumpaan, Minahasa Selatan, Kamis (18/05).


Rekontruksi yang dilakukan secara terbuka oleh Reskrim Polres Bitung dan Maesa, dilakukan dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan disaksikan oleh ratusan masyarakat Kota Bitung. Yang mana, rekontruksi diperankan oleh ke empat tersangka, sedangkan peran korban Vita (12)
diganti dengan perempuan lain.

Sebelum pra adegan satu persatu diperagakan, polisi beranggapan bahwa korba ER alias Vita (12) pergi dari rumah keluarganya yang berada di Kelurahan Manembo – Nembo, Kecamatan Matuari sejak hari Kamis tanggal 25 April 2016.

Begitu adegan diperagakan, pada saat itu, Kamis tanggal 25 April 2016, korban bertemu dengan perempuan bernama LM alias Vira, di Café Bintang yang berada di Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa pada Pukul 17.00 Wita.

Disaat pertemuan awal antara korban dan Vira, korban diberikan makan dan disuruh mandi, selanjutnya korban dibawah oleh Vira ketempat kosnya yang berada di Kelurahan Bitung Timur (Belakang Kanopi), Kecamatan Maesa untuk disuruh istrahat (Tidur).

Setelah beberapa jam kemudian, Vira yang melihat bahwa korban sedang tertidur pulas, ia langsung pergi ketempat gerobak samping Kantor Pos, Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, untuk nongkrong, tak lama, korban datang menyusulnya.

Usai nongkrong digerobak, korban dan Vira pindah kehalte yang ada didepan Kantor Pos, ditempat inilah korban bertemu dengan tersangka SM alias Jetli dan pertemuan mereka berawal dari minuman keras cap tikus coca – cola.  Disaat mereka bertiga lagi asik minum, datang tersangka IM alias Aim dan membawa korban ketempat kosnya di Kelurahan Bitung Timur (Kampung Empang) selama tiga hari dan melakukan persetubuhan sebanyak tiga kali.

Terlepas dari Aim, korban mendatangi Kantor Pos dan bertemu kembali dengan Vira dan Jetli. Pertemua yang kedua kali ini, korban dan Vira diajak Jetli keloksi tanah timbun, Kelurahan Bitung Barat Satu (Kampung Candi), Kecamatan Maesa.

Setelah sampai dilokasi tanah timbun, datang dua tersangka bernama FS alias Sandi dan Aul. Disaat mereka sedang bersama – sama, Jetli meninggalkan mereka dengan alasan mau membeli rokok. Kemudian korban dibawa oleh Sandi dan Aul kerumah yang berada di Kelurahan Bitung Barat (Samping Pagar Pertamina), Kecamatan Maesa, melakukan persetubuhan.

Tersangka Sandi dan Aul, usai mengeluarka hasrat birahinya, korban dibawa kembali ke tanah timbun. Sedangkan Jetli yang alasannya keluar sebentar membeli rokok sudah berada dilokasi tersebut. Dengan waktu yang sudah menghampiri pagi, Jetli membawa korban ke Kelurahan Manembo – Nembo Bawah, Kecamatan Matuari, tepatnya didaseng perahu – perahu warga Philipin, selama tiga hari melakukan persetubuhan.

Kapolsek Maesa, Kompol Deli Manullang saat dikofirmasi oleh Reportase Sulut.com menjelaskan, rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ke empat tersangka. Berkas rekonstruksi ini nantinya akan dilampirkan dalam BAP para tersangka dan selanjutnya akan diserahkan kepada kejaksaan.

Sedangkan untuk tersangka Aul yang menjadi buronan, kami masih berupaya melacak keberadaannya. Intinya, dari ketiga tersangka dan pelaku utama Jetli
, kami tangkap dalam waktu 1x24, tutup Manullang.

Posting Komentar