Akibat Perbuatan Asusila, Guru Honor Dilaporkan Muridnya ke Polisi | Reportase Sulawesi Utara       Akibat Perbuatan Asusila, Guru Honor Dilaporkan Muridnya ke Polisi | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Kasus pendidikan di Kota Bitung tak juga terlepas dari permasalahan, pasalnya, baru beberapa hari oknum Kepala Sekolah dijeblos ke penjara dengan kasus korupsi Dana Bansos, timbul masalah baru lagi, dimana, Guru SMKN 2 Bitung dilaporkan muridnya ke Kantor Polisi dengan laporan asusila, Selasa (26/07).

Dengan perbuatan yang dilakukan Guru SMKN 2 Bitung berinisial SW alias Steven membuat dunia pendidikan di Kota Bitung kembali tercoreng, akibat dari perbuatannya akhirnya harus berususan dengan hukum.

“Reporatase Sulut.com saat mendapatkan informasi dari salah satu keluarga murid bernama Rasid Ishak mengatakan, bahwa perbuatan asusila yang dilakukan oleh pelaku (Steven)  kepada salah satu siswa bernama Mawar (15) sudah semenjak tanggal 11 Juli 2016 lalu”.

Akibat perbuatan bejatnya itu, Sabtu 16 Juli 2016, korban dan beberapa temannya yang didampingi orang tua mendatangi Sektor Maesa dengan membuat Laporan Polisi. Dalam laporan tersebut, pelapor melaporkan terlapor meremas payudaranya dengan sengaja di kompleks sekolah dan disaksikan oleh salah seorang temannya, ujar Rasid.

Mirisnya, kasus yang sudah ditangani Reserse Urban Maesa bergerak sangat lamban, apalagi pelaku tidak ditahan dengan alasan belum cukup bukti, padahal dalam laporan itu sudah dihadirkan saksi. Kecurigaan keluarga, ada kongkalikong antara terlapor dengan oknum petugas, tambah Rasid.

"Pada awalnya, orang tua pelapor pernah diminta berdamai dengan terlapor oleh petugas. Alasannya kalau proses hukum diteruskan, laporan kami tidak akan terbukti, berartikan ini sangat mengecewakan. Padahal, kami melapor ke polisi dengan harapan ada kepastian hukum dan tidak main hakim sendiri meskipun sangat marah dengan terlapor”, jelas Rasid.

Apabila kasus ini tidak diproses sesuai hukum yang berlaku, pihak keluarga akan mengadu ke Polda Sulut dan sekaligus mengadukan penanganan kasus ke Bidang Propam Polda Sulut. Tunggu saja, kalaupun tidak ada tindak lanjut, kami akan mengadu ke Polda Sulut, pungkas Rasid.

Sedangkan Kapolsek Maesa, Kompol Muhammad Kamidin saat dikonfirmasi salah satu wartawan menjelaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan anggota kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Menyangkut keluhan keluarga korban, kami sangat memakluminya, lebih jelasnya lagi, penanganan kasus ini harus dilakukan secara profesional.

Bagaimana kami bisa menindak seseorang kalau belum ada dasarnya, dipastikan dulu posisi kasusnya seperti apa. Sebab kalau tidak kita yang akan disalahkan. Maka dari itu, keluarga korban sabar karena kasusnya sedang berjalan, kunci Kamidin.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SMKN 2 Bitung, Harold Tambayong membantah adanya laporan itu. Menurutnya, laporan dimaksud bersifat fitnah dan kejadiannya tidak benar, sebab ada banyak guru serta siswa lain yang siap bersaksi membantah tuduhan itu.

Saya sendiri sudah memastikan dengan memanggil oknum guru yang dilaporkan dan kami mengancam akan melakukan somasi terhadap korban dan keluarganya. Untuk memulihkan nama baik sekolah yang tercemar, hanya itu jalan satu – satu yang harus kami tempuh. Tunggu saja kalau pemeriksaan di Urban Maesa sudah selesai, kami akan menuntut balik dengan tuduhan fitnah, tutup Harold. 

Posting Komentar