Mogoknya Mobil Damkar Dijalan, Lumareh Pertanyakan Biaya Operasional | Reportase Sulawesi Utara       Mogoknya Mobil Damkar Dijalan, Lumareh Pertanyakan Biaya Operasional | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Salah satu mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kota Bitung, Selasa malam, Pukul 18.00 Wita, terparkir dipinggiran jalan Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, tepatnya disamping PT Sinar Mas karena kehabisan bahan bakar minyak, Rabu (07/09).


Diparkir mobil damkar tersebut berawal dari informasi dari salah satu warga yang namanya agar dirahasikan dan kemudian langsung dikroscek oleh Biro Reportase Sulut.com.

Saat dilakukan konfirmasi kepada petugas yang mengendarai kendaraan berinisial NK alias Novri mengatakan, kendaraan ini mogok ketika dalam perjanan pulang ke kantor. Yang mana, hari itu ia mendapat tugas dari kantor untuk melaksanakan tugas penyiraman tanaman dibagian sirkuit, tepatnya di Kelurahan Sagerat.

Tambahnya lagi, usai melaksanakan tugas, rencanya ia mau balik ke kantor dan saat dalam perjalanan tiba – tiba mobil sudah dalam tersendat – sendat (Mogok). Kalau sudah dalam keadaan begini, berarti kendaraan ini bahan bakarnya sudah habis sama sekali.

Mengingat kunci tanki kendaraan dipegang petugas lain. Makanya dari itu, saya langsung memberitahukan ke kantor agar membawa kunci tanki dan bisa mengisi bahan bakar, kunci Novri.

Terkait mogoknya kendaraan damkar milik BPDB Kota Bitung, LSM Pulau Daratan Bersatu, Jerry Lumareh mengkritik keras. Menurutnya, sebelum melaksanakan tugas, kendaraan harus dikroscek duluan. Maka dari itu, kami pertanyakan dikemanakan biaya operasionalnya.

Saya menganggap, hal ini adalah faktor kelalaian dari penanggung jawab yang membidangi operasional kendaraan. Untung saja, mobil ini mogok bukan ketika dipakai ada musibah kebakaran atau musibah lainnya, tutup Lumareh.

Sedangkan Kepala Badan BPDB Kota Bitung, Adri Supit belum bisa dikonfirmasi oleh Biro Reportase Sulut.com, karena disaat menelefon dinomor 081143xxxx, diangkat oleh orang lain yang katanya salah sambung.   

Posting Komentar