Mau Dikemanakan Slogan Kepolisian "Brenti Jo Bagate" Kalau Pemkot Bitung Sendiri Menjadikan Barang Haram Sebagai Souvenir | Reportase Sulawesi Utara       Mau Dikemanakan Slogan Kepolisian "Brenti Jo Bagate" Kalau Pemkot Bitung Sendiri Menjadikan Barang Haram Sebagai Souvenir | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Sangat kontradiktif apa yang direncanakan oleh Pemerintah Kota Bitung. Disaat aparat penegak hukum sedang berusaha menyuarakan ”Brenti Jo Bagate”, Pemkot Bitung justru menjadikan minuman keras sebagai sebagai souvenir atau cendera mata buat wisatawan asing, Sabtu (16/09).


Upaya Pemkot Bitung menjadikan CT sebagai souvenir atau cendera mata ini, didukung salah satu Anggota DPRD Kota Bitung, Ronny Boham. Menurutnya, bahwa rencana Pemkot menjadikan Cap Tikus sebagai souvenir adalah gebrakan dalam menunjang parawisata Kota Bitung.

Boham mengatakan kepada sejumlah wartawan, Jumat siang (160/9), di Gedung E DPRD Kota Bitung menjelaskan, untuk slogan ”Brenti Jo Bagate” menjadi tidak relevan lagi digunakan, jika nantinya Pemkot Bitung akan menjadikan Cap Tikus sebagai souvenir.

Sebelum Cap Tikus betul - betul akan dijadikan souvenir, slogan Brentijo Bagate harus diganti, karena bicara minuman beralkohol sangat identik. Dengan berdalih bahwa itu dijadikan souvenir, maka secara tidak langsung Pemkot Bitung melegalkan perederan Cap Tikus, jelasnya.

Kalau itu sampai terjadi, aparat penegak hukum tidak bisa lagi melakukan razia atau sweeping ke warung - warung yang kerap menjual barang haram terebut. Padahalkan kalau hanya berbicara soal souvenir barang haram, tarsius yang ada di Kota Bitung mau dikemanakan, pungkasnya. 

Posting Komentar