FPSL Tahun 2016, Dibuka Dengan Parade 200 Kapal Nelayan Pating Hias | Reportase Sulawesi Utara       FPSL Tahun 2016, Dibuka Dengan Parade 200 Kapal Nelayan Pating Hias | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Even Festival Pesona Selat Lembeh 2016, Kamis (06/10), bertempat di lokasi Pelauhan Perikanan Kota Bitung, Kelurahan Aertembaga, Kecamatan Aertembaga, secara resmi dibuka Pemerintah Kota Bitung, Jumat (07/10).

Acara tahunan yang akan berlangsung hingga awal pekan depan dibuka dengan parade 200 kapal nelayan pating hias. FPSL 2016,  merupakan pengembangan dari Festival Selat Lembeh secara berkala diadakan sejak tahun 2009.

Hajatan tahunan ini  awalnya diinisiasi komunitas nelayan dan pengusaha perikanan Kota Bitung bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bitung sebagai perwujudan rasa syukur atas hasil laut yang berlimpah.

FPSL Tahun 2016 akan menghadirkan pertunjukan spektakuler untuk menyambut  kehadiran para wisatawan di Kota Maritim yang berada diujung utara Sulawesi. Tahun ini FPSL   mengangkat  tema “Warna-Warni Bitung (Colorful Bitung)”.

Selat Lembeh adalah selat di Kota Bitung yang menghubungkan daratan utama Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh dan telah lama menjadi  tujuan wisatawan asing maupun lokal dengan pesona bawah lautnya.
Colorful Bitung akan menampilkan pertunjukan kolosal sebagai sajian puncak  dari rangkaian kegiatan berupa kolaborasi musik dan tarian kontemporer. Seni pertunjukan ini akan mengangkat unsur budaya lokal dipadukan dengan kecanggihan seni pertunjukan digital (video maping).
“Masyarakat Bitung akan menampilkan seni pertujukan yang mungkin baru pertama kalinya ada di  Sulawesi Utara dengan memadukan  unsur kostum, gerak tari dan tata panggung melalui kecanggihan teknologi dan mengangkat budaya lokal yang  akan menjadi tontonan spektakuler serta menarik“.
Menarik dari acara ini, semua pengisi acara adalah masyarakat lokal Kota Bitung, mulai dari masyarakat budaya sampai anak - anak sekolah ikut dilibatkan. Mereka telah menjalani workshop seni pertunjukan seperti  pembuatan kostum hingga make up panggung.
Masyarakat Kota Bitung akan mempersembahkan tarian yang menceritakan tentang Bitung Bahari Berseri dengan 5 Pesona wisatanya. Acara ini merupakan bentuk apresiasi dari masyarakat Bitung kepada para tamu yang telah berkunjung di FPSL dan akan menjadi ikon setiap tahunnya.
Komunitas budaya dalam melestarikan budaya lokal dengan kreativitas secara profesional. Masyarakat lokal  bisa   menyalurkan kreativitas seninya dan akan lahir seniman - seniman lokal yang bisa menampilkan kekayaan budaya Bitung ke pentas nasional serta dunia. 
Untuk rangkaian acara FPSL 2016 dimeriahkan berbagai acara unggulan yaitu, Colorful Bitung Run 10K, Underwater Coral Plantation dan Carnaval Pating Hias. Peserta Carnaval Pating Hias adalah masyarakat pesisir telah menjalani workshop untuk memanfaatkan limbah sampah dan bahan ramah lingkungan.
Para wisatawan yang datang ke Bitung selama FPSL 2016 bisa menikmati pesona kuliner yang merupakan pasar kuliner berbahan dasar ikan dan  penjualan buah tangan khas Bitung serta pesona budaya, menghadirkan panggung apresiasi seni dan budaya masyarakat setempat yang digelar setiap hari selama festival berlangsung.
FPSL merupakan persembahan dari seluruh lapisan masyarakat kota pelabuhan yang berjarak 45 kilometer dari Manado.  Acara tahunan FPSL 2016 menjadi wujud nyata kerja keras masyarakat Kota Bitung  untuk mempersembahkan, keragaman sebagai destinasi wisata yang layak diperhitungkan di Timur Indonesia.
Kami ingin mempromosikan pesona wisata Kota Bitung dengan program Bitung Bahari Berseri sekaligus memperkenalkan 5 pilar pesona wisata. Pesona Maritim, Pesona Flora, Pesona Fauna, Pesona Sejarah, Pesona Religi dan Budaya. Warna - warni dengan segala pesona inilah yang ingin kami sebarluaskan kepada masyarakat Indonesia maupun manca negara.  


Posting Komentar