Penyebab Terjadinya Kebakaran Rumah Milik Keluarga Suaiba – Hasan, Diduga Ada Indikasi Kesengajaan | Reportase Sulawesi Utara       Penyebab Terjadinya Kebakaran Rumah Milik Keluarga Suaiba – Hasan, Diduga Ada Indikasi Kesengajaan | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Salah satu rumah milik keluarga Suaiba – Hasan yang berada di Kelurahan Bitung Barat Satu, Lingkungan II, RT V, Kecamatan Maesa, dilapap si jago merah. Motif penyebab kebakaran belum dipastikan, dugaan sementara rumah ini sengaja ada yang ingin membakarnya, Rabu (06/10).   


Menurut keterangan korban, Haris Suaiba kepada Reportase Sulut.com mengatakan, kejadian terjadi pada Selasa pagi (05/10), Pukul 03.30 Wita. Dimana, didalam rumah hanya mereka berempat yakni isteri dan dua orang anaknya sedang tertidur pulas.

Kronologis kejadian, ketika itu anaknya yang nomor dua terbangun dari tidur, karena seperti kebiasaan kalau dia bangun, isterinya harus membuat susu. Begitu keluar dari kamar, isterinya berteriak memangigil ka..ka..ka..ka..ka kebakaran – kebakaran.

Begitu saya keluar dari pintu kamar belakang, saya api muncul dari enam buah kursi plastik yang ada diteras dan kemudian merayap ke pintu depan, jendela dan palafon. Melihat api yang sudah mulai membesar, saya dan isteri sempat panik, makanya kami berdua berusaha untuk memadamkannya.

Upaya kami berdua berusaha untuk memadamkan api tak mampu. Makanya, saya memanggil satu orang lelaki bernama Iwan yang saat itu berada diruangan sebebelah untuk membantu kami memadamkannya.

Saat itu, saya sempat bingung sekali, selain menyelamatkan isteri dan anak yang nomor dua, disisi lain anaknya nomor satu masih tertidur pulas dikamar depan. Dengan suhu ruangan mulai terasa panas, anak saya bangun berteriak mama panas, sehingga dengan sendirinya ia keluar dari kamar dan lari keluar rumah.

Untung saja, pemadaman api dibantu oleh warga sekitar dengan menggunakan secara manual. Yang membuat saya menyesal dari peristiwa ini, kalua penyebab kebakarannya korsleting listrik, lampu dalam rumah mungkin mati, ini lain dari pada yang lain, kebakaran dulu sekitar ada 1 menit baru lampu dalam rumah mati.


Tidak ada korban dalam peristiwa ini, namun kerugian material yang kami alami hanya mencapai sekitar Rp 15 Juta. Membuat saya meneteskan air mata, meskipun kami ditimpah musibah, anak saya tetap pergi ke sekolah dengan menggunakan seragam sekolah miliknya yang sudah lama.   


Posting Komentar