Kapolsek Aertembaga : Meninggalnya Salah Satu ABK KM Pluto 03 Diakibatkan Sudah Mengkonsumsi Miras Berlebihan | Reportase Sulawesi Utara       Kapolsek Aertembaga : Meninggalnya Salah Satu ABK KM Pluto 03 Diakibatkan Sudah Mengkonsumsi Miras Berlebihan | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Di Pelabuhan Perikani Bitung, Selasa pagi (20/12), Pukul 10.00 Wita, ditemukan ada sosok mayat lelaki separuh bayah ditemukan oleh salah satu warga yang hendak mencari ikan dengan cara menjubi di area dermaga, Rabu (21/12).

Untuk membenarkan peristiwa ini, Kapolsek Aertembaga, Iptu Fandi Bau mengatakan kepada Reportase Sulut.com bahwa ada mayat mengapung diatas air, tepatnya dibawah kapal itu ditemukan oleh salah satu warga inisial HM alias Hasan (24), warga Kelurahan Winenet Dua.

Begitu dilihatnya ada mayat, Hasan langsung naik keatas dermaga dan kemudian melaporkan kejadiannya ke Polsek Aertembaga. Untuk membenarkan laporan tersebut, Hasan bersama 5 anggota saya langsung mendatangi lokasi TKP. Sesampainya di TKP, anggota saya memanggil beberapa ABK KM Pluto 03 untuk menyelam dan mengangkat mayat itu ke atas dermaga.

Begitu mayat sudah dievakuasi ke atas dermaga, ternyata mayat sosok lelaki separuh bayah ini adalah salah satu ABK KM Pluto 03 bernama Haliku Damogalad alias Papa Ju (56), warga Desa Sauk Dusun II, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaan Mongondow.

Diketahuinya mayat itu salah satu ABK KM Pluto 03, berdasarkan pengkuan dari seluruh rekan korban yang sedang melakukan evakuasi. Menurut keterangan Kapten KM Pluto 03 bernama Anwar Panakuna (45) mengatakan, Senin (19/12), dirinya berama 22 orang ABK lainnya baru tiba didermaga Perikani.

Pada waktu keberangkatan mereka dari kampung, korban yang duluan tiba dikapal. Tibanya kapten kapal, ia melihat korban sedang duduk didepan Kantor Asosiasi Kapal Perikani Bitung sudah dalam kondisi dipengaruhi miras, sebagai komandan diatas kapal, korban diajak ke kapal, namun ajakan itu tidak respon sama sekali oleh korban dan akhirnya ia kembali sendiri ke Kapal untuk beristirahat.

Untuk mengetahui penyebab kematian, korban langsung kami bawa ke RS Manembo – Nembo untuk dilakukan otopsi, guna melengkapi penyelidikan kami.
Namun, pihak korban menolak, agar korban tidak diotopsi melainkan hanya melakukan pemeriksaan luar saja.

Meskipun dari pihak korban menolak otopsi, sebagai Kapolsek saya langsung memerintahkan Satuan Reskrim Polsek Aertembaga untuk membuat Berita Acara penolakan otopsi yang harus ditandatangani oleh pihak keluarga korban. Selanjutnya korban dibawah ke kampung halaman mereka untuk dilakukan pemakaman.





Posting Komentar