Hindari Antrian Panjang Di SPBU, Sebagian Warga Terpaksa Membeli Premenium Dibotol Dengan Harga Cukup Mahal | Reportase Sulawesi Utara       Hindari Antrian Panjang Di SPBU, Sebagian Warga Terpaksa Membeli Premenium Dibotol Dengan Harga Cukup Mahal | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kota Bitung, beberapa hari ini terlihat antrian cukup panjang karena diakibatkan keterbatasannya stock BBM yang masuk di SPBU.

Pantauan Reportase Sulut.com, Jumat (02/12), di SPBU Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, antrian roda dua dan roda empat yang panjangnya sampai didepan Kantor Walikota Bitung.

Akibat keterbatasan BBM, sebagian warga dengan sangat terpaksa membeli BBM jenis Premenium pada pengecer yang mereka temui di pinggir - pinggir jalan dengan harga bervariasi dari mulai Rp 10 – 15 ribu.

Padahal data yang ditemukan oleh Anggota Satuan Intelkam Polres Bitung di SPBU Kadoodan, stock Premium masuk hari ini ada sebanyak 16.000 liter, baru terpakai 5000 liter dan diperkirakan stock ini akan bertahan sampai malam, disebabkan SPBU Kadoodan menggunakan 3 Nozel.

Mereka juga menjelaskan, sebentar malam juga akan ada penambahan BBM Premium sebanyak 8.000 liter. Kiranya, dengan penambahan BBM Premenium, bisa mengatasi kemacetan.

Berita ini sampai dipublikasikan karena Reportase Sulut.com menghimbau, dengan kondisi BBM saat ini, kiranya para pengecer yang berjualan dipinggiran jalan, bisa menjual dengan harga seperti semula.

Untuk aparat kepolisian, kiranya selalu mengawasi situasi disetiap SPBU, jangan sampai kesempatan ini dimanfaatkan oleh oknum – oknum yang ingin melakukan penimbunan.

Untuk mengetahui apa penyebab terjadinya kemacetan BBM, kiranya dari pihak PT Pertamina bisa menjelaskan kepada seluruh masyarakat Kota Bitung melalui media elektronik dan koran, biar masyarakat memahaminya dengan positif.

Posting Komentar