Upacara Bendera Tujuh Belasan, Wadan Lantamal VIII Manado Membacakan Amanat Panglima TNI | Reportase Sulawesi Utara       Upacara Bendera Tujuh Belasan, Wadan Lantamal VIII Manado Membacakan Amanat Panglima TNI | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportase Sulut.com - Wakil Komandan Lantamal VIII Manado, Kolonel Marinir Eddy Setiawan memimpin upacara Bendera Tujuh belasan di Lapangan Apel Mako Lantamal VIII.
Hadir dalam kegiatan ini, para Asisten Danlantamal VIII, Kadis/Kasatker, Perwira, Bintara, Tamtama dan ASN Lantamal VIII, Selasa (17/01/17).
         
Amanat Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo, dibacakan Wadan Lantamal VIII mengatakan, upacara Bendera pada setiap tanggal 17, memiliki makna penting upaya untuk mengingatkan kita pada romantisme dan heroisme perjuangan para generasi pendahulu yang telah melahirkan NKRI pada 17 Agustus 1945.

Sarana Komando, guna menjalin Komunikasi antara pimpinan, staf dan anggota, agar setiap kebijakan, intruksi, petunjuk dan informasi mengalir serta dipahami secara seksama.

Selaku Panglima TNI saya ucapkan terima kasih disertai penghargaan atas semangat kerja dilandasi tanggung jawab yang tinggi dan disiplin tiap prajurit serta seluruh PNS selama kurun waktu satu tahun, telah banyak kita perbuat sesuai dengan tugas diamanahkan kepada TNI, baik itu operasi militer perang ataupun operasi militer selain perang.

Dalam tugas operasi militer selain perang, sangat banyak yang telah dikerjakan oleh prajurit TNI bahkan melebihi panggilan tugas, seperti penanggulangan gangguan keamanan akibat ulah aksi - aksi kelompok teroris di Poso Sulawesi Tengah.

TNI bersama Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala berhasil mereduksi kekuatan teroris, bahkan mampu melumpuhkan pimpinannya serta penanggulangan bencana alam dan kebakaran hutan dibeberapa wilayah, khususnya bencana alam di Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh dan Bima.
         
Demikian juga pelaksanaan tugas Luar Negeri, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan Perdamaian PBB, dinilai berhasil karena dapat melaksanakan tugas dengan baik serta mendapat Apresiasi dari Masyarakat Internasional.

TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, juga dinilai mampu berdiri tegak diatas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga Kebhinekaan serta bersama - sama segenap komponen bangsa melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tentram dimasyarakat.

Jadikanlah tahun 2017 ini sebagai tahun bersih - bersih dari korupsi bagi seluruh jajaran TNI. jangan lagi kita mendengar ada korupsi sekecil apapun di Institusi TNI.

Itulah komitmen TNI, sehingga saya perintahkan untuk semua jajaran TNI jangan berkhianat dengan komitmen itu. Semakin masifnya penggunaan Media Sosial menjadi medan pertempuran baru oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya.

penyebaran informasi dan berita-berita bohong (Hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, Kebhinekaan dan munculnya Radikalisme.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada, saya tegaskan kembali bahwa TNI harus tetap netral dan ikut menjamin Pilkada berjalan aman, damai dan lancar. Seluruh prajurit TNI harus tetap bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Posting Komentar