Forsa Warkop Bersama Polres Bitung Gelar Dialog Publik Penaggulangan Radikalisme | Reportase Sulawesi Utara       Forsa Warkop Bersama Polres Bitung Gelar Dialog Publik Penaggulangan Radikalisme | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportasesulut.com - Forum Persaudaraan Warung Kopi (Forsa Warkop) Kota Bitung bersama seluruh jajaran Polres Bitung, Sabtu sore (08/04), mengadakan dialog publik pencegahan mengenai faham radikalisme, Minggu (09/04).

Acara yang digagas secara sederhana oleh LSM Proteksi Hak Asasi Dan Manusia Kota Bitung, Sabtu sore (08/04), menagangkat Tema “ Pesan Polri Dan Masyarakat Dalam Penanggulangan Radikalisme “.

Sebagai nara sumber dalam dialog ini yakni, Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting SIK SH, didampingi Waka Polres Bitung, Kompol Suharman Sanusi SIK dan dihadiri seluruh Pengurus Forsa Warkop, Sekretaris Kesbangpol, Ketua Koperasi BKMT, Ketua PHBI, Ketua DMI, Ketua IPHI,
Ketua KKIG, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

“ Ketua Forsa Warkop, Erow Sondakh dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Bitung, yang sudah memprakasai dialog dengan baik dan bisa menjadikan motifasi untuk menambahkan wawasan, karena kita disinii berbagai agama, ras, suku dan golongan. Mari kita ciptakan Kota Bitung, menjadi kota yang aman, damai dan sejahtera “.

Menurut Philemon, dialog seperti ini sangatlah penting sekali, karena Kota Bitung memiliki sentral pelabuhan perikanan dan pelabuhan penumpang. Oleh sebab itu, terkait dengan penenembakan di Tanggerang, sudah ke dua kalinya dari pihak Densus 88 datang ke Kota Bitung, hanya mencari informasi.

Dengan masuknya doktrin atau ideologi, bisa melalui berita hoax di internet yang mudah dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Untuk di Forsa Warkop, merupakan satu tempat orang berbicara banyak hal dan bisa saja mendapatkan sumber berita serta informasi, karena yang datang ke mari, semuanya dari berbagai elemen, jelasnya.

Harapan saya, dengan dialog radikalisme ini, mari kita bersama - sama menjaga Kota Bitung dari paham radikalisme. Kalau kita menterjemahkan ke hal yang positif, dibilang radikal belum tentu salah, apabila dia tidak menggunakannya secara kekerasan, memaksa dan mengancam, jelasnya.

“ Sedangkan penjelasan dari Wakil Wali Kota Bitung, Ir Maurits Mantiri dan sekaligus penasehat Forsa Warkop menjelasakan, dialog ini merupakan komunikasi kunci untuk saling memahami. Mewakili Pemkot Bitung, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian Polres Bitung, tak pernah lelah membuat rakyat Bitung merasa aman ‘.

Termasuk juga degan kelompok warung kopi yang hebat, karena mau jadikan tempat tersebut dijadikan lokasi dialog. Tanpa mereka, warna - warni kehidupan kota ini jadi gersang. Maka dari itu, selalu aktif dan dinamis untuk memberikan masukan kepada kami sebagai Pemerintah Kota Bitung, kuncinya.


Posting Komentar