Hari Raya Idul Adha 1438 H Adalah Pengorbanan Sebagai Manifestasi Kesadaran Kita Sebagai Mahkluk Sosial. | Reportase Sulawesi Utara       Hari Raya Idul Adha 1438 H Adalah Pengorbanan Sebagai Manifestasi Kesadaran Kita Sebagai Mahkluk Sosial. | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportasesulut.com - Panitia Hari – Hari Besar Islam (PHBI) di Kota Bitung, Kamis (31/08), Pukul 20.00 Wita, menyelenggarakan pawai takbiran keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 H, Jumat (01/09).

Kali ini, pelepasan peserta pawai takbiran adalah Sekretaris Daerah Kota Bitung, Audy Pangemanan, didampingi Ketua PHBI Kota Bitung, Hi Ramlan Ifran dan Kapolres Bitung, Philemon Ginting SIK SH.

Sambutan Ketua Panitia, Yaskur Gobel mengatakan, Idul Adha atau biasa disebut Hari Raya Kurban adalah pengorbanan sebagai manifestasi kesadaran kita sebagai mahkluk sosial.



"Berkurban bukan memperlihatkan sebesar materi yang kita punya, berapa banyak hewan yang kita sembelih dan berapa banyak uang dikeluarkan untuk kurban, karena asensi kurban adalah kepekaan dan ketulusan kita untuk berbagi dengan kaum dhuafa".


Adapun peserta yang mengikuti pawai takbiran malam ini, diikuti oleh seluruh umat muslim di Kota Bitung, yang meliputi ormas agama, ormas kemasyarakatan dan remaja – remaja masjid.

Mewakili seluruh panitia, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat, ormas terkait, lebih khusunya kepada aparat keamanan gabungan, yang telah membantu untuk mengamankan dan menertibkan kegiatan malam ini sampai pelaksanaan Sholat Ied Idul Adha.


Sedangkan Pangemanan menjelaskan, ditengah kumandang takbir, tahlil dan tahmid memuji ke agungan kekuasaan Allah SWT, umat Islam di Kota Bitung,  bersatu dalam kebersamaan dalam menyemarakan pawai takbiran.

"Momentum Idul Adha, merupakan momentum sakral yang senantiasa mengingatkan akan perjuangan Nabi Ibrahim, ketika Allah SWT memberikan ujian dan cobaan sangat luar biasa".


Sambungnya lagi, cobaan Nabi Ibrahim adalah harus menyembelih anaknya (Red – Nabi Ismail) hidup  – hidup. Melihat kebaktian keduanya, Allah SWT menggantikan kurban itu dengan seekor Qibashi.

Bertolak dari pengalaman Nabi Ibrahim, karekter ini juga bisa menginsipirasi kehidupan umat islam dalam menjalankan perintah Allah SWT sebagai umat yang taat ditengah – tengah kehidupan berjamaah serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan sebagai warga majemuk, jelas Pangemanan.


Berkorban bukanlah satu paksaan, melainkan harus murni dan niat dari harti yang paling dalam. Sehingga, bagi mereka mempunyai kelebihan, alangkah baiknya mengeluarkan rezeki untuk kaum dhuafa, tutup Pangemanan.

Pejabat yang hadir, Para Asisten, Para Perangkat Daerah, Unsur Forkopimda, Anggota DPRD, Kepala Kementrian Agama, Ketua MUI, Ketua KKIG dan sejumlah Camat  

Posting Komentar