Ratusan Masyarakat Kota Manado Nobar Film Gerakan 30 S PKI Di Mako Lantamal VIII | Reportase Sulawesi Utara       Ratusan Masyarakat Kota Manado Nobar Film Gerakan 30 S PKI Di Mako Lantamal VIII | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportasesulut.com - Bertempat di Gedung Yos Sudarso Lantamal VIII Manado, diputar kembali flim sejarah para pahlawan kita yang diculik, dibunuh dan lalu dibuang ke lubang buaya. Flim inilah dinamakan Gerakan 30 S/PKI, Minggu (01/10).

Hadir dalam menonton flim tersebut, Danlantamal VIII, Wadan Lantamal VIII, Ketua Korcab VIII DJAT, para sisten dan sluruh prajurit Lantamal VIII, Sekcam Keamatan Paal Dua, Lurah Kairagi Weru serta ratusan masyarakat Kota Manado.

Sebelum flim diputar, Danlantamal VIII Manado menyampaikan, tujuan pemutaran film G30S/PKI, untuk mengingatkan kembali kepada seluruh Bangsa Indonesia dan memberikan informasi kepada generasi penerus bangsa tentang peristiwa atau kekejaman PKI pada tanggal 30 September 1965 silam, tambahnya.


" Semoga, peristiwa semacam ini tidak terulang kembali. Maka dari itu, banyak hal dan pesan moral kita ambil soal dipublikasikannya kembali film ini. Pemutaran film ini juga, merupakan perintah langsung dari Panglima TNI kepada seluruh prajurit TNI, jelasnya ".

Kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari sejarah masa lalunya, bahkan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno pernah menyampaikan dalam pidato terakhir pada HUT RI tanggal 17 Agustus 1966 dengan semboyan "JASMERAH" (Jangan Sekali - kali Meninggalkan Sejarah), terangnya.

Disisi lain, Sekcam Kecamatan Paal Dua, Decky Senduk menambahkan, bahaw kita ketahui bersama, perjalanan bangsa ini pernah diwarnai dengan terjadinya percobaan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah berupa pemberontakan yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 yang mengakibatkan gugurnya putra - putra terbaik bangsa.

Oleh sebab itu, partai komunis harus dilenyapkan dari Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI), biar sejarah sangat pahit itu, tidak terulang kembali. Melalui moment ini, seluruh masyarakat Indonesia bisa memahami dan memaknai flim G 30 S/PKI, pungkas Senduk.   

Posting Komentar