Ulah Sopir Dum Truck Ugal – Ugalan Di Jalan Raya, Warga Bitung Jadi Tak Nyaman Untuk Berkendara | Reportase Sulawesi Utara       Ulah Sopir Dum Truck Ugal – Ugalan Di Jalan Raya, Warga Bitung Jadi Tak Nyaman Untuk Berkendara | Reportase Sulawesi Utara

Ads (728x90)

Reportasesulut.com - Beberapa bulan terakhir ini, warga Kota Bitung selalu saja merasa ketakutan dengan maraknya mobil dum truck pengangkut pasir yang ugal – ugalan dijalan raya umum, Sabtu (13/01).

Terkait dengan hal ini, takutnya akan menimbulkan hal – hal yang tidak kita inginkan bersama, karena berdasarkan laporan warga bahwa para sopir dum truck, sudah sangat meresahkan pengendara mobil dan motor.

Seperti keluhan disampaikan oleh warga Kelurahan Apela, Karla WO Belung di Group Media Sosial “ Team Tarsius Reskrim Polres Bitung “ , jang pandang enteng dengan kendaraan kecil.

Di Jalan 46, lebih tepatnya di belokan sebelum Puskesmas Paceda, ia dari arah Wagurer mau ke SMP 12, pas dibelokan ke arah SMP 12, ia nyaris kecelakaan karena sopir dum truck yang saat itu melambung pengendara motor, tidak memberikan lampu sein.

" Mengantisipasi jangan sampai memakan korban, Karlo meminta kepada aparat kepolisian Sat Lantas Polres Bitung, agar menindak tegas para sopir dum truck yang ugal – ugalan dijalan raya umum ", jelasnya.


Sebab, jalan raya umum tersebut, bukanlah digunakan untuk balapan mobil – mobil dum truck pengangkut pasir, ungkapnya.

Berita ini sampai dipublikasikan Reportasesulut.com, bukan cuman sopir dum truck ugal – ugalan yang ditindak. Sebaiknya, aparat kepolisian bersama dinas terkait, turun langsung ke lokasi galian c dan memeriksa ijin mereka.

Dari banyaknya lokasi galian c di Kota Bitung, yang diijinkan untuk mensuplai pasir ke proyek reklamasi di Peti Kemas, hanyalah di Kelurahan Apela Satu, Kecamatan Ranowulu, karena memiliki ijin resmi dari Pemerintah Provinsi Sulut.

Sementara, dari pantauan awak media, ada beberapa lokasi tambang galian c tidak mengantongi ijin lengkap (Ilegal) seperti Kelurahan Tewaan, Kelurahan Tendeki dan Kelurahan Pinokalan, saat ini masih bebas beroperasi.

Posting Komentar