Lomban Kenang Masa Muda Saat Panen Labu di Karondoran.

Iklan Semua Halaman

Lomban Kenang Masa Muda Saat Panen Labu di Karondoran.

Rabu, 24 Juni 2020
Walikota Bitung, Maximiliaan J. Lomban dengan 'background' labu. 
Reportasesulut.com-Walikota Bitung,  Maximiliaan Jonas Lomban bersama sejumlah petani melakukan panen raya labu (sambiki) di Kelurahan Karondoran, Kecamatan Ranowulu,  Kamis 25/06/2020. 

Walikota Lomban didampingi Ari Mongi,  Ketua Kelompok Tani Pisok, selaku pemilik lahan perkebunan labu seluas 1 hektare yang berhasil melakukan panen ribuan buah labu.

Kepada Walikota, Mongi berharap diberi bantuan alat pengolah lahan pertanian berupa traktor agar kelompok tani yang ada di Kelurahan Karondoran dapat meningkatkan hasil tani mereka yang tidak hanya mengandalkan tanaman labu tetapi juga menghasilkan tanaman lainnya seperti jagung, ketela, ubi jalar, ubi kayu, serta pelbagai tanaman sayuran dan pangan lainnya. 

Selain traktor, Mongi juga berharap bantuan pupuk serta bibit tanaman produktif yang bisa dikembangkan oleh kelompok tani binaannya beserta kelompok tani lain yang ada di Karondoran.

"Pada awalnya, kami menggunakan pupuk kandang saat akan memulai menggarap lahan ini untuk menyuburkan tanah, lalu kami gunakan pupuk jenis phonska yang merupakan pupuk subsidi atau pemberian pemerintah yang berfungsi menyuburkan tanaman dan menghasilkan tanaman bermutu. Tapi saat ini kami berharap Pak Wali dapat membantu kami untuk pengadaan traktor supaya kami bisa meningkatkan hasil pertanian kami," harap Arie Mongi. 
Walikota panen labu (sambiki) bersama warga Karondoran, Ranowulu. 

Menyikapi harapan petani itu, Walikota Lomban langsung merespons dan segera memenuhi keinginan petani tersebut. Namun Walikota Lomban sempat menyampaikan kondisi alat traktor yang dimiliki Pemkot Bitung serta mekanisme penggunaanya yaitu, digunakan berdasarkan permohonan saat petani akan menggarap lahan dan dengan cara pinjam pakai atau dititipkan kepada kelompok tani. 

"Saat ini kita (pemkot) hanya memiliki 6 unit traktor tapi hanya 4 unit yang bisa digunakan karena 2 unit dalam kondisi rusak. Dan penggunaanya tidak kita pinjam pakaikan atau dititipkan lagi ke kelompok tani karena akan menimbulkan kecemburuan bagi petani lainnya. Silahkan bermohon kepada Kadis Pertanian jika petani membutuhkannya. Operator, pemerintah yang sediakan," jelas Walikota Lomban. 

Pada kesempatan itu, Walikota Lomban sempat bernostalgia mengenang masa remajanya yang juga dia habiskan dengan bertani. 

"Dulu tanaman labu atau sambiki kita tanam sebagai tanaman peserta saja, bukan sebagai tanaman utama. Fungsi tanaman labu adalah untuk mengusir ular yang sering masuk dan bersarang di lahan pertanian,"

"Suatu waktu, pa torang p sabuah (pondok) tiba-tiba so ada ular pas torang bangun pagi. Dia pe ekor pe basar rupa ini (Lomban menunjuk tiang besi yang besarnya seukuran lengan orang dewasa). Bayangkan jo bagemana depe basar kalo baru depe ekor so basar begitu," kenang Walikota Lomban mengisahkan pengalamannya saat membantu orang tuanya bertani di kebun kala masih remaja dahulu. 
Ekspresi Walikota MJL mengisahkan pengalamannya sebagai petani. 

Walikota Lomban berjanji akan mengupayakan ke Menteri Pertanian untuk tambahan pengadaan alat sesuai harapan petani meski dia sebut agak sulit memberi pengertian kepada Menteri Pertanian karena yang mengajukan permohonan adalah pemerintah kota, bukan pemerintah kabupaten.

"Dorang kira (Kementerian Pertanian), karena torang kota, dorang pikir nyanda ada torang pe lahan pertanian. Padahal dari 314 ribu hektar luas wilayah kita, hanya berkisar 25 persen untuk pemukiman dan sisanya adalah hutan dan juga lahan untuk bertani," jelas Maximiliaan Jonas Lomban yang juga adalah Ketua DPW Partai Nasdem Sulawesi Utara, sama dengan Partai tempat bernaungnya Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.
Walikota MJL panen jagung bersama Tarigan, Ketua Poktan Sahabat. 

Seusai melakukan panen raya labu di Karondoran, Walikota Lomban kemudian melanjutkan panen jagung di Kelurahan Danowudu, hasil pertanian dari Kelompok Tani 'Sahabat' yang diketuai oleh Tarigan yang merupakan Program Lumbung Pangan Berbasis Keluarga dan Kelurahan yang dicanangkan Walikota Lomban sejak 3 bulan lalu, saat pandemi Korona mulai melanda. 
Penen jagung hasil dari Program Lumbung Pangan Berbasis Keluarga dan Kelurahan di Danowudu.

"Inilah bukti dari program lumbung pangan yang telah kita lakukan dan sudah memberikan hasil nyata. Jika seandainya Covid-19 berkepanjangan, kita tidak perlu kuatir karena Tuhan memberi kita berkat melalui hasil tani yang akan menjadi sumber makanan kita," pungkas Walikota Lomban seraya menyemangati petani agar tetap disiplin menjalankan perilaku hidup sehat dengan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan terus berdoa memohon kepada Tuhan agar bencana Covid-19 segera berakhir.(Adj)